Kementerian PKP menargetkan serapan APBN 97,48% hingga 2026
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 13:33 WIB
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kementerian PKP Targetkan Serapan APBN Capai 97,48 Persen 2026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di sisi pembiayaan, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati melaporkan bahwa realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan mencapai Rp20,3 triliun hingga 30 Juni 2026.
Berdasarkan capaian ini pemerintah berencana menambah plafon KUR Perumahan menjadi Rp50 triliun untuk memperluas akses pembiayaan.
Provinsi Jawa Tengah menjadi penyerap KUR terbesar dengan nilai Rp4,6 triliun, sementara Bank Rakyat Indonesia mencatat realisasi penyaluran tertinggi sebesar Rp10,55 triliun.
Untuk Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), subsidi telah disalurkan untuk 93.339 unit rumah.
Bank Tabungan Negara berperan sebagai penyalur terbesar FLPP dengan realisasi sebanyak 45.726 unit rumah.
Rinciannya menunjukkan 93.330 unit berupa rumah tapak dan 9 unit rumah susun telah diserahkan kepada penerima subsidi.
Forum koordinasi kementerian juga membahas percepatan penyediaan lahan, penguatan regulasi, serta peningkatan kualitas pelaksanaan program perumahan nasional.
Semua upaya ini ditujukan agar serapan APBN optimal dan target program perumahan tercapai sesuai rencana hingga akhir 2026.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




