Gus Yahya minta PBNU perjelas identitas jelang Muktamar
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026 06:22 WIB
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jelang Muktamar: Gus Yahya Menghadapi Tantangan NU untuk Masa Depan yang Cerah dan Inovatif
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa pembacaan soal identitas NU harus menjadi titik awal perumusan arah organisasi menjelang Muktamar Ke-35 NU.
Dalam diskusi publik bertajuk Bincang-Bincang Menjelang Muktamar Ke-35 NU pada Senin, 24 Agustus 2026, Gus Yahya mengingatkan bahwa persoalan identitas NU tidak bisa diabaikan saat menentukan kebijakan ke depan.
Menurutnya, penguatan pemahaman atas identitas NU perlu didorong karena ada perubahan tata sosial dan pola identifikasi di masyarakat yang berdampak pada struktur organisasi.
Gus Yahya menyebut ada dua dinamika utama yang mengubah batas-batas ke-NU-an dalam masyarakat modern.
Fenomena pertama terkait meleknya batas sosial dan kultural antara warga tradisional pesantren dan kelompok lain, sebuah pergeseran yang, menurutnya, membuat ciri-ciri khas semakin samar.
Ia merujuk pada gagasan yang pernah dikembangkan oleh Gus Dur pada era 1980-an tentang pesantren sebagai subkultur, yang secara bertahap menjadi kurang terlihat dalam kehidupan sosial kontemporer.
Fenomena kedua adalah melonjaknya jumlah orang yang secara sadar mengaku sebagai bagian dari NU.
Gus Yahya mengingat pengalaman ketika menjabat sebagai Katib, saat Muhammad Qodari dari Indo Barometer mempresentasikan survei 2010 yang menunjukkan 47 persen populasi Muslim menyatakan diri sebagai warga NU.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




