Gus Yahya minta PBNU perjelas identitas jelang Muktamar
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026 06:22 WIB
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jelang Muktamar: Gus Yahya Menghadapi Tantangan NU untuk Masa Depan yang Cerah dan Inovatif
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia juga mengutip hasil exit poll Pemilu 2004 yang menunjukkan sekitar 35 persen pemilih dalam daftar pemilih tetap mengidentifikasi diri sebagai warga NU.
Data lain yang disebutkan adalah survei LSI Denny JA pada 2005 yang melaporkan sekitar 27 persen, lalu angka itu naik menjadi sekitar 56 persen pada 2023 menurut pemantauan yang ia sebut.
Perubahan dalam angka-angka ini, kata Gus Yahya, menunjukkan peralihan dari identifikasi kultural yang pasif menjadi klaim identitas NU yang lebih eksplisit.
Lebih jauh ia membandingkan tren ini dengan perolehan suara pada Pemilu 1955 yang di kisaran 18 persen, lalu hanya meningkat menjadi sekitar 27 persen dalam kurun 50 tahun hingga 2005.
Gus Yahya menambahkan bahwa survei lain oleh Hasanudin Ali dari Survei Al-Farah pada 2024 mencatat angka 57,2 persen dari populasi Muslim yang menyatakan diri sebagai warga NU.
Perkembangan cepat antara 2005 dan 2023—yang menurutnya lebih dari dua kali lipat—mendorong tuntutan agar identitas NU dikaji secara serius sebelum Muktamar berlangsung.
Ia menutup pembicaraan dengan menyerukan studi mendalam untuk memahami implikasi sosial-politik dari klaim identitas NU bagi arah organisasi di masa mendatang.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




