BMKG: Peringatan Tsunami Flores Terkirim dalam 2 Menit
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 15:12 WIB
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

BMKG Mengungkap Sistem Peringatan Tsunami Flores Berfungsi Dalam 2 Menit untuk Keamanan Masyarakat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Sistem peringatan dini tsunami menunjukkan kinerjanya saat gempa besar mengguncang Pulau Flores pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Sistem peringatan dini tsunami memungkinkan BMKG menginformasikan potensi gelombang dalam tempo 2 menit 16 detik setelah gempa tercatat.
Sistem peringatan dini tsunami juga terbukti memberi waktu bagi penduduk untuk bergerak menjauhi garis pantai sebelum gelombang mencapai wilayah utara Pulau Flores setinggi 2,5 meter.
Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, menekankan kecepatan penyampaian informasi sebagai kunci mitigasi untuk mengurangi risiko korban jiwa.
Faisal menyebut target BMKG adalah menyampaikan potensi tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit sejak gempa terjadi.
Menurut laporan BMKG, tsunami menerjang bagian utara Pulau Flores dengan ketinggian mencapai 2,5 meter dan menyebabkan masyarakat mengungsi ke tempat lebih aman.
Peningkatan kapasitas dipandang sebagai perbaikan dibandingkan kejadian tsunami pada 1992 yang menelan sekitar 2.000 orang.
Saat ini jaringan pemantauan terdiri dari sekitar 2.000 alat operasional utama sensor kegempaan, di mana 175 sensor di antaranya berada di Nusa Tenggara Timur.
BMKG bersama pemerintah daerah terus mengintensifkan edukasi dan simulasi bencana agar masyarakat memahami langkah evakuasi dan tidak panik saat terjadi gempa susulan atau ancaman tsunami.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




