Yudi Latif: Dompet Dhuafa mendorong kemandirian lewat usaha
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 18:43 WIB
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Yudi Latif: Mendorong Kemandirian Bangsa melalui Dompet Dhuafa untuk Masa Depan yang Lebih Baik
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Yudi Latif menegaskan bahwa kemandirian harus menjadi tujuan strategis bangsa untuk menjawab berbagai tantangan sosial dan politik saat ini.
Pernyataan itu disampaikan dalam forum Kongres Kemandirian yang digelar untuk menilai akar masalah ketergantungan nasional.
Yudi menilai rendahnya percaya diri kolektif menahan laju perubahan menuju kemandirian.
Dalam sambutannya pada Sabtu, 29 Agustus 2026, Yudi menguraikan sejumlah fenomena yang menurutnya memperlemah kedaulatan bangsa.
Ia menyebutkan bahwa sikap segan atau inferior ketika berhadapan dengan negara kuat menjadi hambatan psikologis yang nyata.
Menurut Yudi, ketergantungan bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga soal kultur dan orientasi pendidikan.
Ia membandingkan pola pendidikan masa lalu yang diwarisi dari era kolonial dengan kebutuhan masa kini.
Dalam pandangannya, sistem pendidikan kolonial dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang menguntungkan penguasa, bukan pencipta usaha mandiri.
Karena itu, Yudi menekankan perlunya rekonstruksi kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada kreativitas dan kewirausahaan.
“Pendidikan yang membangkitkan kemampuan berusaha akan memutus pola ketergantungan sejarah,” ujarnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




