Lansia di Pekalongan Dicoret dari Bansos karena Diduga Judol, KTP Pernah Dipinjam
- account_circle Talhah Lukman Ahmad
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 18:00 WIB
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

ilustrasi penerima bansos. Lansia di Pekalongan dicoret dari daftar penerima bansos karena diduga judol. (Diolah AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pekalongan, Hasanah.id- – Pasangan lansia harus menghadapi masalah setelah bantuan sosial yang selama ini mereka terima dihentikan.
Pasangan lansia di Pekalongan adalah Dayat (77) dan Darmi (63), warga Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar.
Keduanya sebelumnya masuk dalam daftar penerima bantuan sosial.
Namun, bantuan itu berhenti sejak awal 2026 setelah data mereka menunjukkan tanda-tanda terkait judi online.
Kondisi lansia di Pekalongan ini menjadi perhatian karena pasangan itu disebut tidak memiliki ponsel.
Dayat juga tidak bisa membaca dan menulis. Kondisi ini membuat dugaan keterlibatan dalam judi online terasa tidak masuk akal.
Keduanya termasuk dalam kelompok desil 1, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Sebelumnya, keluarga tersebut menerima bantuan sekitar Rp600 ribu setiap tiga bulan atau dengan kata lain mereka mendapatkan bansos Rp200 ribu per bulan.
Bantuan itu menjadi salah satu sumber penghidupan pasangan tersebut.
Setelah bantuan berhenti, kehidupan pasangan lansia itu semakin sulit.
Darmi mengandalkan pekerjaan sederhana dengan penghasilan sangat kecil untuk membantu kebutuhan keluarga.
Dayat juga tidak mampu melakukan pekerjaan berat seperti dulu lagi.
- Penulis: Talhah Lukman Ahmad




