Pada kondisi normal mencapai sekitar 150 liter per detik, namun sekerang menjadi 64 liter per detik.”Saat ini terus mengalami penurunan setiap bulannya. Namun kita berharap ini menjadi kemarau terakhir yang kondisinya seperti sekarang ini,”ujarnya.
Abdul menambahkan, jika saat ini pihaknya akan terus memaksimalkan pelayanan dengan cara mengaktifkan sumber air yang ada dan memperbaiki sarana di sumber air, agar pasokan ke warga dapat kembali lancar.
“Kita memiliki 8 sumber bor, dan sebagianya sudah kita aktifkan, sebagianya segera diproses,”ungkapnya.
Selain itu, lanjut Abdul, PDAM TBW juga tengah mengupayakan menambah sumber air baku untuk produksi air, dan berusaha untuk menekan angkan kebocoran air.
“Kita akan lakukan studi, datangkan ahli. Intinya kita tidak diam dengan konsisi saat ini, kita berupaya untuk memaksimalkan pelayanan. Dan tentunya ini memerlukan dorongam dari bernagai pihak,” pungkasnya.