Sementara itu, kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan AS menuai kritik dari Dana Moneter Internasional (IMF). Direktur IMF, Kristalina Georgieva, menilai bahwa kebijakan tersebut dapat memperburuk kondisi ekonomi global yang saat ini tengah mengalami perlambatan.
“Kebijakan tarif dapat menjadi risiko besar bagi prospek perekonomian global, terutama di tengah pertumbuhan yang melambat. Oleh karena itu, penting untuk menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi,” kata Kristalina dalam laporan AFP, Jumat (4/4/2025).