Tantangan Pengelolaan PDAM: Mencapai Keseimbangan Antara Tanggung Jawab Sosial dan Keberlanjutan Bisnis
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 17 Feb 2025 10:24 WIB
- visibility 288
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tantangan Pengelolaan PDAM: Mencapai Keseimbangan Antara Tanggung Jawab Sosial dan Keberlanjutan Bisnis
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Kami terus berupaya memastikan bahwa masyarakat Sumedang mendapat akses terhadap air minum yang berkualitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yudia menyoroti dualitas peran PDAM sebagai badan usaha milik daerah, yaitu antara fungsi sosial dan fungsi bisnis.
“Sebagai PDAM, kita memiliki tanggung jawab sosial untuk menjamin ketersediaan air bersih, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Di sisi lain, PDAM juga harus dikelola sebagai entitas bisnis yang sehat agar dapat terus berkembang dan memberi inovasi,” jelas Yudia.
Pj Bupati menambahkan bahwa menemukan keseimbangan antara keduanya adalah tantangan terbesar dalam pengelolaan PDAM. Oleh karena itu, dibutuhkan tata kelola yang profesional, efisien, dan akuntabel agar PDAM bisa berkembang sesuai dengan semangat Permendagri 23/2024.
“Kami optimistis, dengan adanya regulasi ini, PDAM di seluruh Indonesia akan berkembang lebih pesat dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wamendagri Bima Arya mengungkapkan bahwa transformasi SDM di PDAM akan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan air minum sesuai dengan Permendagri 23/2024. Menurutnya, regulasi ini menggantikan Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman dan dinamika kebutuhan PDAM.
- Penulis: Bobby Suryo




