Karya “Simbol Kebanggaan Sumedang” Antar Shaskia Raih Juara Sumedang Ngabatik 2026
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026 12:02 WIB
- visibility 888
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Persaingan juga berlangsung pada kategori umum. Juara pertama diraih Rania Salsabila dari Rumah Batik Sumedang dengan karya “Binokasih Dijaga Naga Paksi (Warisan Leluhur, Dijaga Sepenuh Hati, Tumbuh Bersama Hanjuang)” yang memperoleh nilai 84,80.
Juara kedua kategori umum diraih Nadzifatin Alfi Anifa dari Komunitas Endikat Teman Bicara melalui karya “Warisan Tiga Pusaka: Kejayaan, Keberanian, dan Kesucian” dengan nilai 83,00. Sedangkan juara ketiga diraih Humaira Arsya Ufinadifa dari Komunitas Batik Sumedang dengan karya “Seni Tarawangsa Rancakalong” yang mendapatkan nilai 80,53.
Menurut Dony, pengembangan batik Sumedang harus memiliki arah yang jelas dengan menjadikan identitas lokal sebagai kekuatan utama. Tradisi perlu dikombinasikan dengan kreativitas dan inovasi agar menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memiliki daya jual.
“Identitas Sumedang harus kita gali. Tradisi kita padukan dengan inovasi. Batik ini juga harus memiliki narasi, sehingga ketika orang melihatnya ada cerita tentang Sumedang, ada sejarah, budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” katanya.
Ia juga mengingatkan para pelaku dan peserta agar menjadikan kompetisi sebagai kesempatan untuk terus berkembang. Menurutnya, persaingan yang sehat dapat mendorong lahirnya inovasi sekaligus meningkatkan kualitas karya.
- Penulis: Bobby Suryo



