Dinkes Kota Bandung Ajak Masyarakat Terus Waspadai Penyebaran DBD
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Selasa, 4 Jun 2024 07:21 WIB
- visibility 217
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Kami juga melakukan sosialisasi kepada seluruh pengawai Kota Bandung melalui Mang Bagja dan kepada seluruh Masyarakat melalui gerakan serentak (Gertak) PSN,” ujarnya.
“Dinkes juga mendorong aktivasi Jumancil di sekolah-sekolah. Di sekolah ini, kita memantau juga potensi adanya jentik di lingkungan sekolah. Misalkan di kolam, vas bunga, atau talang air. Ini yang harus kita perhatikan,” terang Agung.
Jumancil merupakan sekumpulan peserta didik di sekolah yang dilatih untuk menjadi pemantau jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD).
Agung juga menyebut Dinkes sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
“Kami kerjasama dengan perguruan tinggi melalui pemasangan ovitrap dan pemantauan berbasis internet untuk memantau potensi penderita demam berdarah,” ungkap Agung.
Disinggung soal kasus DBD, Agung menyebut pihaknya sudah memprediksi adanya lonjakan kasus DBD.
“Ini terjadi karena adanya El Nino ditambah dengan iklim, suhu dan lingkungan di Bandung yang cocok untuk perkembangbiakan nyamuk demam berdarah. Kendati demikian, berbagai upaya tentu terus dilakukan untuk pencegahan, penanganan, dan pemberantasan DBD di masyarakat,” tukas Agung.
- Penulis: Bobby Suryo



