HUT ke-19 Kota Tasikmalaya: Wagub Jabar Minta Jaga Kualitas Kesehatan Masyarakat
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020 09:34 WIB
- visibility 253
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Harapan kami kepada seluruh aparat agar jangan berhenti, jangan malas, jangan bosan, tetap edukasi masyarakat terkait PHBS dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Kang Uu menyampaikan apresiasi terhadap koordinasi yang dilakukan Pemda Kota Tasikmalaya dengan Pemda Provinsi Jabar. Ia menambahkan, komunikasi juga diperkuat dengan agenda “Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (KOPDAR) bersama Gubernur Jabar” sehingga kolaborasi antara pemda provinsi dan kabupaten/kota semakin kuat.
“Kota Tasikmalaya dengan Pemprov (Jabar) ini sangat luar biasa. Ran juga Pak Gubernur sekarang membuka komunikasi dengan seluruh Bupati dan Wali Kota, sehingga kebersamaan dan kolaborasi antara pemkot dan pemprov ini terjalin dengan baik bahkan meningkat dari tahun ke tahun,” kata Kang Uu.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengakui adanya kasus DBD yang cukup tinggi di wilayahnya. Dalam periode Januari hingga Oktober 2020, tercatat 20 kasus kematian akibat DBD, 6 pasien masih dalam perawatan, serta 1.319 yang dinyatakan sembuh.
“Kasus terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari (Kecamatan Mangkubumi) yakni 127 kasus,” tutur Budi.
Terkait kasus COVID-19 di Kota Tasikmalaya per 16 Oktober 2020 pukul 08:00 WIB, terdapat 334 kasus terkonfirmasi positif, dengan rincian 50 kasus simptomatik (dengan gejala) dan 284 asimptomatik (tanpa gejala).
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



