Peresmian Monumen Tri Sandhya Yuddha Mewarnai Peringatan HUT Ke 75 Korps Armed - Hasanah

Peresmian Monumen Tri Sandhya Yuddha Mewarnai Peringatan HUT Ke 75 Korps Armed

Hasanah.id, Cimahi – Peresmian Monumen Tri Sandhya Yuddha dan pelepasan purnawirawaan mewarnai peringatan HUT Korps Artileri Medan (Armed) ke-75 di Pusdik Armed, Jalan Baros, Kota Cimahi, Jumat 4 Desember 2020. Peringatan HUT Armed kali ini mengambil tema “Armed TNI AD Profesional, Modern, Tangguh”.

“Momentum 75 tahun pengabdian Armed menjadi wahana evaluasi sekaligus mewujudkan harapan dan komitmen bersama dalam rangka membangun kebanggaan dan kejayaan Korps Armed TNI AD,” ujar Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan Mayjen TNI Dwi Jati Utomo, Jumat (4/12/2020)

Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan Mayjen TNI Dwi Jati Utomo

Rangkaian peringatan HUT Armed diawali dengan peresmian monumen Tri Sandhya Yuddha yang merupakan lambang kebanggaan Prajurit. Kemudian dilanjutkan dengan acara syukuran dan mengenalkan senjata senjata serta ketangguhan prajurit Armed.

Armed dibentuk TNI AD tahun 1945, dan mempunyai tugas memberikan bantuan tembakan dan sebagai artileri strike (serangan artileri) secara langsung dan kontinyu bagi satuan manuver. Menghancurkan pasukan musuh dan senjatanya, dan memberikan kedalaman di pertempuran yang bertujuan memenangkan pertempuran.

Kesenjataan Armed selaku pembina kecabangan memiliki tugas dan kewajiban untuk membina, melatih, dan mengembangkan kemampuan baik prajurit dan satuan di lingkungan korps Armed. Apalagi, saat ini Armed dilengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang modern.  Alutsista baru berkelas dunia.

“Sekarang proses modernisasi sedang berjalan, saat ini kami memiliki alutsista yang canggih. Di sini, di Pusdik Armed melahirkan parjurit-prajurit terbaik untuk mengoperasikan meriam terbaru kita,” katanya.

Untuk mendukung pertahanan negara dan system persenjataan di lingkungan Korps Artileri Medan, Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan Mayjen TNI Dwi Jati Utomo berharap terjadi digitalisasi persenjataan Armed dimasa depan.

Menurut Dwi Jati, dengan adanya modernisasi alutsista, akan menjadi kekuatan tersendiri bagi Armed pada perubahan taktik bertempur infanteri serta perkuatan lainnya. Armed TNI AD juga akan berubah menyesuaikan dengan jenis alutsista yang dimilikinya serta pengaruhnya terhadap kecabangan lain.

Menurut Dwi Jati, kehadiran Astros maupun Caesar di lingkungan Armed terjadi sekitar enam tahun terakhir ini, dimulai pada 2014 hingga saat ini. Awalnya, alutsista yang dimiliki Armed merupakan peninggalan perang dunia ke-2. Keberadaan meriam yang dimiliki Armed ini menambah  kemampuan dan jarak capai  alutsista Armed.

Tak hanya itu, kata Dwi Jati, alutsista yang dimilki Armed juga nantinya akan didukung dengan adanya radar, untuk mendeteksi dimana keberadaan musuh, karena dengan terdekteksinya musuh akan menjadikan bahan bagi prajurit Armed dalam menggunakan Alutsista di medan tempur.

“Secanggih apapun alutsista tidak akan tepat jika kita tidak mengetahui dimana titik musuh berada, karenanya kami berencana akan melengkapi persenjataan yang ada dengan radar,” katanya.

Dwi Jati berharap pada resntra berikutnya akan terjadi digitalisasi alutsisita dilingkungan Armed. Alutsista yang selama ini masih manual, pihaknya memimpikan untuk terjadi perubahan kearah digital, sehingga akan mengoptimalkan tugas di medan tempur.

Menurut Dwi Jati, Armed terus berupaya menjadi kekuatan yang dapat diandalkan dengan kemampuan alutsista yang modern serta mampu ditangani oleh prajurit Armed yang andal, menjadikan satuan Armed memiliki kemampuan luar biasa untuk menjaga NKRI.

“Hal ini menjadi upaya mewujudkan TNI yang profesional dan tetap dicintai rakyat Indonesia,” pungkasnya. Kus

Total
0
Shares
Related Posts