Breaking News
Trending Tags

Rusia Minat Investasi Pembangkit Nuklir di RI: Langkah Besar Ketahanan Energi Nasional

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026 20:38 WIB
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Selain fleksibilitas lokasi, teknologi SMR yang ditawarkan Rusia memiliki standar keamanan yang sangat tinggi. Hal ini krusial untuk meredam kekhawatiran publik mengenai risiko kebocoran radioaktif. Dengan masuknya Rusia minat investasi pembangkit nuklir di RI, Indonesia berkesempatan mendapatkan transfer teknologi yang tidak hanya bersih secara emisi karbon, tetapi juga kompetitif dari segi biaya operasional jangka panjang jika dibandingkan dengan batubara.

Dukungan Diplomasi Energi Prabowo-Putin

Kesepakatan mengenai Rusia minat investasi pembangkit nuklir di RI tidak lepas dari kedekatan diplomasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin. Dalam berbagai kesempatan bilateral, kedua pemimpin telah menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di sektor energi strategis. Tidak hanya terbatas pada jual-beli minyak mentah, namun juga pada pengembangan infrastruktur energi masa depan yang mandiri.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap rencana ini. Menurutnya, agenda Rusia minat investasi pembangkit nuklir di RI sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Kehadiran energi nuklir dipandang sebagai “base load” atau beban dasar listrik yang sangat stabil untuk mendampingi energi surya dan angin yang bersifat intermiten (bergantung pada cuaca).

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less