Muladi Mughni minta pengelolaan sampah tak bebani masyarakat
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 20:54 WIB
- visibility 137
- comment 0 komentar
- print Cetak

MUI Ingatkan Pengelolaan Sampah Jangan Hanya Untungkan Investor
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Fadli Rahman, CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), memaparkan data nasional tentang produksi sampah yang mencapai sekitar 50 juta ton per tahun.
Ia menyebutkan bahwa sekitar 60 persen dari jumlah itu belum dikelola secara optimal, sehingga diperlukan intervensi teknologi dan kebijakan.
Pemerintah mendorong Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui Peraturan Presiden Nomor 109 sebagai upaya menurunkan emisi dan memperbaiki kualitas lingkungan.
Fadli menilai teknologi PSEL dapat memangkas emisi hingga 80 persen dibanding praktik pembuangan terbuka.
Rencana pembangunan proyek PSEL mencakup 31 lokasi dengan tahap awal di Bali, Bekasi, dan Solo, serta melibatkan tenaga kerja dari sektor informal seperti pemulung.
Dr. Ir. Kiman Siregar dari Institut Pertanian Bogor menggarisbawahi perlunya pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) dalam merancang kebijakan pengelolaan sampah.
Kiman mengusulkan agar narasi publik bergeser dari sekadar “membakar sampah” menjadi upaya pengurangan karbon yang jelas nilai ekonominya.
Ia juga mengkritik penentuan harga biomassa yang masih merujuk pada nilai kalor batu bara, dan meminta agar kemampuan biomassa dalam mengurangi emisi menjadi faktor utama penilaian ekonominya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



