Bahtra Banong dari Gerindra menilai ekonomi Indonesia kuat
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 00:50 WIB
- visibility 101
- comment 0 komentar
- print Cetak

Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat, Tidak Seperti 1998
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 tercatat positif menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Bahtra menyampaikan pandangannya saat acara rilis survei Puspoll berjudul “Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Juni 2026, dan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren yang baik.
Ia juga menilai bahwa tingkat inflasi relatif terkendali, sehingga narasi kekhawatiran ekstrem kurang relevan dengan fakta lapangan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski rupiah mengalami pelemahan hingga mencapai Rp18 ribu, Bahtra menyebut tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik sebagai faktor yang perlu diawasi.
Namun, menurutnya kondisi tersebut belum mencapai taraf krisis yang mengulang peristiwa 1998.
Bahtra menekankan perbedaan konteks dan indikator ekonomi saat ini dibandingkan era krisis sebelumnya.
Ia mengingatkan bahwa penilaian harus berlandaskan data resmi, khususnya angka dari BPS, bukan sekadar persepsi yang menimbulkan kepanikan publik.
“Kita tidak boleh menakut-nakuti masyarakat… kita harus berpantokannya by data, by fakta,” ujar Bahtra dalam kesempatan tersebut.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



