Hendri Satrio Desak Pejabat Mundur Usai 5 Peserta Meninggal
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 09:44 WIB
- visibility 98
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tak Satu Pun Pejabat Mundur Meski Lima Peserta SPPI Meninggal
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Insiden yang menewaskan lima peserta dalam pelatihan bela negara memicu gelombang kritik dan tuntutan pertanggungjawaban dari pengamat publik.
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menyatakan melalui akun X pada Minggu, 28 Juni 2026, bahwa penyelenggara harus memberi penjelasan dan mempertimbangkan pengunduran diri dari jabatan.
Hendri menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh atas tata kelola pelatihan bela negara yang dinilai mengandung risiko keselamatan bagi peserta.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) merespons dengan memberikan penjelasan resmi mengenai pelaksanaan program SPPI di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, mengatakan kegiatan yang dijalankan bersifat latihan fisik dasar.
Menurut Ketut Gede Wetan, rangkaian latihan meliputi senam, berjalan kaki, peraturan baris-berbaris (PBB), dan Peraturan Penghormatan Militer (PPM).
Kemhan menegaskan bahwa tujuan program bukan mencetak prajurit militer melainkan membangun karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan.
Pernyataan itu dimaksudkan untuk menjelaskan kerangka tujuan pendidikan dalam pelatihan bela negara.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



