Presiden RI Prabowo Subianto mempertimbangkan alokasi laba BUMN untuk riset
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026 17:27 WIB
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo Pertimbangkan Dana Riset Dari Laba BUMN
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah kini membahas usulan alokasi laba BUMN untuk riset dan inovasi sebagai salah satu sumber pembiayaan kegiatan penelitian di perusahaan pelat merah.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya soal alokasi laba BUMN untuk riset dan inovasi saat berbicara di Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta.
Ia menilai gagasan tersebut baik, namun menekankan bahwa rencana alokasi laba harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan keuangan tiap perusahaan sehingga alokasi laba BUMN untuk riset dan inovasi tidak memberatkan operasi perusahaan.
Prabowo menyinggung upaya restrukturisasi besar-besaran yang sedang dilakukan oleh pemerintah terhadap perusahaan pelat merah.
Tujuan restrukturisasi tersebut adalah memangkas inefisiensi dan menyederhanakan struktur organisasi agar BUMN lebih produktif.
Menurut Presiden, jumlah BUMN saat ini lebih dari 1.000 entitas yang memerlukan evaluasi menyeluruh.
“Dari 1000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Lebih dari 200,” ujar Prabowo.
Ia mengungkapkan target pengurangan bertahap sehingga jumlah BUMN di masa depan akan jauh lebih sedikit dan lebih fokus.
Prabowo menambahkan, “Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah, ya. Bagaimana Pak Oskar Doni? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250.”
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



