Presiden RI Prabowo Subianto mempertimbangkan alokasi laba BUMN untuk riset
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026 17:27 WIB
- visibility 74
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo Pertimbangkan Dana Riset Dari Laba BUMN
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Presiden mengkritik keberadaan perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan karena berdampak pada pembiayaan negara.
“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 Dirut, 750 Direksi kali 4 atau kali 5, 750 Komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara,” tegasnya.
Pemerintah menegaskan komitmen melanjutkan konsolidasi BUMN sebagai bagian dari reformasi tata kelola.
Dalam konteks itu, kementerian terkait diminta mengidentifikasi entitas yang layak dipertahankan dan yang perlu ditutup atau digabungkan.
Dana yang dibebaskan dari proses konsolidasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan BUMN strategis untuk berinvestasi pada inovasi.
Sambil mendorong efisiensi, pemerintah juga harus merumuskan mekanisme alokasi laba BUMN untuk riset dan inovasi agar dana riset tersalurkan secara efektif tanpa mengganggu stabilitas perusahaan.
Prabowo menambahkan target waktu yang ketat untuk proses ini.
“Kita mau sekarang rasional, efisien, dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai, ya. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” tuturnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



