Akademisi UNUSIA Dr. Muhammad Aras Prabowo: Negara harus transparan soal pembiayaan program
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 10:36 WIB
- visibility 111
- comment 0 komentar
- print Cetak

Akademisi NU: Negara Kehabisan Narasi Akuntabilitas Publik
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Dr. Muhammad Aras Prabowo menegaskan bahwa transparansi anggaran menjadi syarat utama agar publik memahami dan mempercayai kebijakan pembiayaan program negara.
Aras, akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), menyatakan bahwa keterbukaan soal sumber dana, mekanisme pelaksanaan, dan indikator keberhasilan harus disampaikan secara jelas kepada masyarakat.
Ia menyoroti contoh konkret akhir-akhir ini sebagai bukti lemahnya tata kelola publik, khususnya ketika wacana meminta sumbangan publik untuk program MBG muncul; menurutnya, kebutuhan transparansi anggaran semakin mendesak.
Aras mengingatkan bahwa norma gotong royong tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menggeser tanggung jawab fiskal negara terhadap program strategis yang seharusnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia merujuk pada pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang sempat mengatakan “pokoknya ada” pada festival rakyat di Monas dan klaim “Presiden pakai dana pribadi” saat kunjungan ke luar negeri.
Aras menilai fenomena tersebut berpadu dengan permintaan Ketua DPD RI agar masyarakat menyumbang untuk MBG karena anggaran dianggap menipis, sebuah ironi dalam pengelolaan keuangan publik.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




