Breaking News
Trending Tags

Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Pengamat Ibrahim Assuaibi Menyebut Sentimen Negatif

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 06:18 WIB
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 49 poin atau 0,87% dan ditutup pada level 5.744,55, meski tekanan di pasar mata uang terlihat dengan Rupiah melemah terhadap Dolar AS.

Pergerakan intraday menorehkan puncak di 5.806 dan terendah di 5.704.

Volume perdagangan tercatat sebesar 20 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,9 triliun dan frekuensi sekitar 1,5 juta kali, sementara di pasar valuta asing Rupiah melemah ke level Rp17.995 per Dolar AS.

Dalam susunan saham, 395 emiten menguat, 219 melemah, dan 169 stagnan pada penutupan hari ini.

Tekanan tambahan terlihat ketika Rupiah melemah sebesar 43 poin atau 0,24%, membuat kurs mendekati ambang psikologis Rp18.000 per Dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai bahwa sentimen negatif menurunkan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik.

Ibrahim menyebutkan beberapa faktor penyebab, antara lain kasus korupsi tingkat tinggi, kekhawatiran kondisi fiskal setelah neraca perdagangan Indonesia pada Mei yang defisit, lonjakan inflasi, serta penundaan pengumuman pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis S&P Global menunjukkan PMI manufaktur Indonesia berada di angka 46,9 pada Juni 2026.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less