Breaking News
Trending Tags

Mantan Presiden Jokowi dinilai picu faksionalisme dan perpecahan elite politik

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 19:36 WIB
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pengamat Selamat Ginting memperingatkan munculnya potensi faksionalisme politik seiring upaya mantan presiden mempertahankan pengaruhnya pasca masa jabatan.

Selamat menyatakan bahwa salah satu tujuan strategis Jokowi adalah tetap menjadi tokoh berpengaruh setelah lengser, namun tanpa sengaja memicu faksionalisme politik di panggung nasional.

Menurut Selamat, upaya tersebut harus ditempatkan secara hati-hati agar tidak menggeser atau menimbulkan perpecahan dalam koalisi yang mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamatan itu disampaikan dalam kanal Youtube Abraham Samad pada Jumat, 3 Juli 2026.

Selamat menilai hubungan antara Jokowi dan Presiden Prabowo saat ini bersifat saling melengkapi dan tetap stabil.

Ia menyebut kunjungan Didit Hediprasetyo, putra Presiden Prabowo, ke kediaman Jokowi di Solo sebagai bukti sinyal kolaborasi personal antara kedua kubu.

Menurutnya, pertemuan itu membawa pesan-pesan implisit yang penting dalam konteks dinamika elite politik.

Namun Selamat juga memperingatkan kemungkinan terjadinya divergensi basis loyalitas antara jaringan politik Jokowi dan pendukung Prabowo.

Jika orientasi politik kedua jaringan berbeda semakin jauh, maka kompetisi antar-elite diprediksi menguat dan menjadi lebih intens.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less