Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria: Perkuat literasi siber lawan AI, hoaks
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026 17:15 WIB
- visibility 99
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemerintah Tingkatkan Literasi Siber Hadapi Ancaman AI Dan Hoaks
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah menetapkan perombakan menyeluruh pada program literasi digital dengan tujuan menggeser fokus dari pengenalan dasar ke peningkatan kemampuan verifikasi dan pemahaman teknologi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa model literasi digital yang lama tidak lagi memadai untuk menghadapi lanskap informasi saat ini.
Nezar menegaskan hasil evaluasi mendalam oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atas kegiatan hampir satu dekade menjadi dasar keputusan ini, dan program akan disusun ulang untuk memperkuat keterampilan masyarakat.
Bappenas menyelesaikan evaluasi akhir yang menunjukkan perlunya strategi baru; pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan program dalam format sebelumnya.
Perubahan program menitikberatkan pada pelatihan kemampuan mengenali dan memverifikasi informasi agar publik lebih tahan terhadap bencana informasi dan hoaks yang kian masif akibat kemajuan kecerdasan buatan.
Selain kemampuan verifikasi, masyarakat didorong memahami cara kerja teknologi baru sehingga pemanfaatan digital dapat dilakukan secara bertanggung jawab untuk mendukung sektor ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memprioritaskan penguatan literasi keamanan siber seiring pergeseran kebijakan ini.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




