Breaking News
Trending Tags

Pengamat politik Hendri Satrio menilai perbandingan PDIP dan PSI belum seimbang

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 20:33 WIB
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pengamat politik Hendri Satrio menilai bahwa PDIP masih menempati posisi strategis dalam peta politik nasional karena fondasi ideologis yang kuat.

Menurut Hensat, kekuatan PDIP bersumber dari warisan ajaran Bung Karno yang terus dipelihara oleh basis partai.

Hendri Satrio, pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, menyampaikan penilaian tersebut kepada wartawan pada Rabu, 8 Juli 2026.

Hensat menilai perbandingan antara PDIP dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak seimbang saat ini.

Ia menggambarkan posisi kedua partai ibarat level kompetisi berbeda, di mana satu berdiri sebagai pemenang pemilu dan satu belum memiliki kursi parlemen.

Dalam penjelasannya, Hensat menggunakan metafora liga untuk menekankan jarak politik antara partai yang sudah mapan dan yang masih mencari pijakan.

Hendri Satrio mengatakan bahwa dinamika politik menjelang Pemilu 2029 tetap terbuka dan rentan berubah.

Ia menilai safari politik yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, lebih bersifat menguatkan basis elektoral ketimbang sekadar soal relasi antarpartai.

Langkah turun langsung ke masyarakat dinilai sebagai upaya mikro-politik untuk meningkatkan elektabilitas kedua tokoh tersebut.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less