Pengamat politik Hendri Satrio menilai perbandingan PDIP dan PSI belum seimbang
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 20:33 WIB
- visibility 119
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hensat: Bandingkan PDIP Dengan PSI Masih Tidak Seimbang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurut Hensat, tujuan utama safari politik itu adalah menaikkan elektabilitas Gibran dan Jokowi agar dipandang sebagai mitra potensial oleh aktor-aktor besar.
Jika elektabilitas kedua tokoh merosot, Hensat memperingatkan bahwa Prabowo Subianto berpotensi memilih figur lain sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2029.
Hensat menegaskan bahwa keputusan Prabowo akan bergantung pada apakah Jokowi dan Gibran masih dianggap menjadi kekuatan yang perlu digandeng.
Ia juga menyoroti implikasi bagi kesinambungan pengaruh politik keluarga Jokowi jika Gibran gagal mendapatkan posisi strategis pada 2029.
Menurut pengamat itu, berakhirnya peluang Gibran akan mengurangi ruang manuver politik Jokowi dan mempengaruhi ambisi Kaesang.
Hensat memperingatkan bahwa semua pihak harus menyadari bahwa peta politik dapat berubah cepat, dan strategi elektoral akan menentukan peluang koalisi menjelang 2029.
Ia menyarankan agar aktor politik terus memelihara hubungan dengan pemilih melalui pendekatan langsung dan program yang terukur.
Penilaian Hensat menegaskan bahwa meski kondisi sekarang menguntungkan sebagian pihak, berubahnya persepsi publik dapat mengubah konfigurasi kekuatan politik nasional.
Hensat menutup pernyataannya dengan mengingatkan pentingnya menjaga momentum politik untuk mempertahankan relevansi dalam kontestasi yang akan datang.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




