Presiden Prabowo Subianto Meluncurkan B50 dan Menerima Paparan MenESDM serta Pertamina
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 13:43 WIB
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo Luncurkan B50 Di Rest Area KM 57 Tol Jakarta
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kementerian ESDM menyatakan akan melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan untuk memantau pelaksanaan dan menyelesaikan kendala teknis di lapangan.
Secara ekonomi, pemerintah memperkirakan program ini dapat menghemat devisa sekitar Rp170 triliun sepanjang 2026.
Selain itu, program diharapkan meningkatkan nilai tambah industri crude palm oil (CPO) menjadi sekitar Rp23,49 triliun.
Pengembangan tersebut juga diperkirakan menyerap tenaga kerja sekitar 2,1 juta orang.
Dalam aspek lingkungan, kebijakan ini ditargetkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2.
Pelaksanaan teknis akan melibatkan koordinasi antara pemerintah, PT Pertamina, dan pelaku usaha penyedia biodiesel serta distributor BBM.
Masa transisi dimaksud juga dipakai untuk pengetesan mutu bahan bakar, adaptasi infrastruktur penyimpanan, dan penyesuaian rantai distribusi.
Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah hilirisasi minyak sawit.
Peluncuran resmi akan menjadi titik awal pengawasan intensif dan evaluasi berkala untuk memastikan target ekonomi, ketenagakerjaan, dan penurunan emisi tercapai melalui implementasi B50.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




