Budi Arie Setiadi Tegaskan Analisis Pemilu 2029 untuk Memahami Dinamika Politik Indonesia
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 02:47 WIB
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Budi Arie Tolak Penundaan Analisis Pemilu: Sikap Tegas Menuju Demokrasi 2024 yang Berkelanjutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa analisis mengenai kemungkinan pemilihan umum (Pemilu) yang berlangsung lebih cepat dari tahun 2029 tidak akan ditarik kembali.
Budi Arie menjelaskan bahwa pernyataannya adalah hasil analisis pribadi, bukan sebuah ajakan politik. “Saya enggak menarik pernyataan saya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia membedakan antara analisis dan ajakan politik. Ia menyatakan bahwa pernyataan tersebut bertujuan untuk memahami berbagai kemungkinan dalam dinamika politik saat ini.
“Kita bukan berkehendak, tapi beranalisa. Kalau kehendak politik, kemampuan politik, dan analisa politik, itu dua hal yang beda,” kata Budi Arie.
Sebelumnya, ia menyebutkan bahwa dalam kajian politik terdapat istilah art of possibility atau seni kemungkinan. Menurutnya, membahas berbagai kemungkinan bukan berarti ia berharap hal tersebut akan benar-benar terjadi.
“Jadi, kita bisa berbicara tentang kemungkinan-kemungkinan atau dalam istilah yang lebih jelas disebut kira-kiraan keadaan,” tutur Budi Arie.
Ia juga menegaskan bahwa analisis tersebut tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk mempercepat Pemilu 2029. Budi Arie lebih menekankan pada pentingnya menjaga demokrasi dan konstitusi.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




