Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Program MBG 2026 Serap Rp 335 Triliun, BGN Sebut Rp 223 Triliun dari Pendidikan

Program MBG 2026 Serap Rp 335 Triliun, BGN Sebut Rp 223 Triliun dari Pendidikan

  • account_circle Hasanah 014
  • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rincian Anggaran MBG

Berdasarkan fungsi, anggaran tersebut berasal dari tiga sektor utama. Sektor pendidikan menjadi penyumbang terbesar dengan Rp 223 triliun atau 83,4 persen, disusul kesehatan Rp 24,7 triliun (9,2 persen), dan ekonomi Rp 19,7 triliun (7,4 persen).

Sementara dari jenis belanja, mayoritas atau 97,7 persen setara Rp 261 triliun diarahkan untuk belanja barang, terutama pengadaan makanan bergizi. Alokasi untuk pegawai hanya 1,4 persen atau Rp 3,8 triliun, sedangkan belanja modal tercatat 0,9 persen.

“Kami tidak memperbanyak untuk modal, kami lebih banyak untuk belanja barang terutama untuk intervensi kepada penerima manfaat,” jelas Dadan.

Ia juga menekankan bahwa sebagian besar anggaran akan difokuskan untuk intervensi, bukan operasional.

“Jika diklasifikasikan berbasis anggaran operasional dan non-operasional maka operasional itu nilainya hanya 2,9 persen atau Rp 7,7 triliun, sementara non-operasional atau lebih banyak ke arah intervensi itu 97,1 persen,” tegasnya.

Dadan menjelaskan tidak seluruh alokasi MBG diperuntukkan langsung bagi siswa sekolah. Dari total anggaran, sekitar Rp 34 triliun disiapkan untuk bantuan pangan bergizi bagi anak sekolah. Selain itu, Rp 3,1 triliun dialokasikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, dan Rp 3,9 triliun untuk belanja pegawai.

Di sisi lain, Rp 3,1 triliun akan digunakan untuk digitalisasi, Rp 700 miliar bagi kegiatan pemantauan dan pengawasan, serta Rp 3,8 triliun dialokasikan untuk penyediaan, penyaluran, dan pelatihan tenaga gizi.

Jika dilihat secara keseluruhan, sekitar 95,4 persen anggaran BGN tahun 2026 atau Rp 255 triliun diarahkan ke program pemenuhan gizi nasional. Adapun sisanya, 4,6 persen atau Rp 12,4 triliun, dipakai untuk program dukungan manajemen.

  • Penulis: Hasanah 014
expand_less