Breaking News
Trending Tags

Purbaya Soroti Anggaran MBG Rp 200 Triliun Harusnya Cukup

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Fokus pada Efisiensi untuk Memperkuat Kualitas MBG

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat mengurangi komitmen terhadap program makan bergizi. Justru sebaliknya, evaluasi dilakukan agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat penerima manfaat.

Kementerian Keuangan akan menelusuri kembali seluruh komponen belanja MBG tahun lalu untuk mengidentifikasi pos-pos yang dinilai kurang efektif. Jika ditemukan anggaran yang tidak mendesak atau tidak berkontribusi signifikan, maka dana tersebut akan dialihkan ke kebutuhan lain yang lebih prioritas.

“Jadi kita akan lihat mana yang bisa dibuat lebih efisien. Nanti kita pindahkan ke tempat lain kalau memang bisa dipindahkan,” ujarnya.

“Tapi tujuannya bukan menghambat program MBG tapi mendorong ke arah yang lebih efisien,” tegasnya.

Langkah ini, menurut Purbaya, bertujuan memperkuat kualitas pelaksanaan program, bukan memperlambat atau menghambat distribusi manfaatnya.

Purbaya Nilai Pos Belanja Kurang Optimal

Salah satu contoh yang disoroti adalah pengadaan kendaraan bermotor roda dua yang direncanakan untuk mendukung operasional program. Hingga akhir tahun anggaran, masih terdapat kendaraan yang belum tersalurkan sepenuhnya.

“Lumayan kan bisa saya coret (pos anggaran). Tapi saya akan lihat, masih ada atau nggak (pos anggaran) itu,” katanya.

Kondisi ini membuka peluang bagi pemerintah untuk meninjau ulang apakah pos belanja tersebut masih relevan atau justru dapat dihapus dari perencanaan ke depan. Dengan penghapusan pos yang tidak efektif, anggaran MBG bisa ditekan tanpa mengurangi tujuan utama program.

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less