“Idenya dari seorang kawan yang curhat, saya sendiri pun terpukau karena karakter seperti Farid lelaki yang pasrah dan seolah membiarkan apa pun yang terjadi juga Aisyah yang kok mau-maunya masih menyayangi Farid bahkan sudah jelas selingkuh-memang ada. Di sinilah saya tertarik untuk menjadikannya sebuah film drama yang kuat,” jelas Rico.
Film yang mengambil lokasi di Cimahi, Jakarta dan Garut, meski dari poster dan trailer terkesan film cerita drama religi, film karya Rico Michael ini tak bermaksud menonjolkan aspek religiusnya, melainkan lebih menekankan pada bagaimana usaha mempertahankan keluarga.
Beberapa adegan misalnya rasa frustrasi Farid saat keluarganya hancur mampu membuat penonton yang tadinya gemas dan sebal karena Farid pasrah, menjadi iba.
“Alhamdulilah seluruh cast dan crew bekerja dengan hati, dan juga terimakasih kepada Mamu Black Sweet sebagai pengarah musik memberi sentuhan emosional mendalam di film ini,” kata Rico.
Proses produksi soundtrack film ini juga cukup intens, karena Rico tak mau hanya mengambil lagu yang sudah jadi atau populer, melainkan menciptakan lagu sendiri yang kemudian untuk penyanyinya diadakan ajang pencari bakat Dalam Sujudku Voice Hunt.











