Breaking News
Trending Tags
Beranda » TEKNOLOGI » WhatsApp Digugat Terkait Enkripsi, Benarkah Pesan Kita Bisa Diintip?

WhatsApp Digugat Terkait Enkripsi, Benarkah Pesan Kita Bisa Diintip?

  • account_circle Azhar Ilyas
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Fokus utama dari gugatan ini adalah transparansi. Para penggugat merasa tertipu oleh strategi pemasaran Meta yang selalu mengedepankan keamanan chat. Mereka menuduh bahwa aplikasi WhatsApp sebenarnya memiliki “pintu belakang” yang memungkinkan tim internal untuk memantau percakapan tanpa sepengetahuan pemilik akun.

Hadirnya gugatan ini menjadi sorotan tajam di media sosial, mengingat posisi Meta yang sering kali tersandung masalah privasi data di masa lalu. Namun, kali ini tuduhannya jauh lebih spesifik dan teknis, menyasar jantung dari fitur keamanan utama WhatsApp.

Tuduhan Klaim Enkripsi Palsu

Sistem end-to-end encryption atau enkripsi dari ujung ke ujung adalah standar emas dalam keamanan digital saat ini. Secara teori, sistem ini memastikan bahwa hanya pengirim dan penerima pesan yang memiliki “kunci” untuk membaca isi percakapan. Pihak ketiga, termasuk penyedia layanan seperti Meta, seharusnya tidak memiliki kemampuan teknis untuk mengintip data tersebut.

Namun, dokumen gugatan tersebut menyatakan hal yang sebaliknya. Para penggugat menuduh bahwa:

  • Akses Internal yang Luas: Karyawan Meta diklaim dapat menyimpan, menganalisis, dan mengakses hampir semua chat pengguna yang seharusnya bersifat privat.
  • Prosedur yang Longgar: Seorang staf Meta disebut hanya perlu mengirimkan permintaan internal kepada teknisi (engineer) dengan alasan tugas tertentu untuk mendapatkan akses ke pesan pengguna.
  • Widget Khusus: Dokumen tersebut merinci adanya semacam jendela atau widget di komputer staf yang bisa menampilkan pesan berdasarkan nomor User ID unik pengguna.
  • Riwayat Chat yang Dihapus: Yang paling mengejutkan, gugatan tersebut mengeklaim bahwa akses ini mencakup pesan-pesan lama sejak awal akun dibuat, bahkan chat yang sudah dihapus oleh pengguna.

Meskipun tuduhan ini terdengar sangat mendetail, dokumen gugatan tersebut dilaporkan belum menyertakan bukti teknis yang kuat atau penjelasan mendalam mengenai bagaimana protokol enkripsi tersebut bisa ditembus secara sistematis.

Tanggapan Keras dari Pihak Meta

Merespons tuduhan yang berpotensi merusak reputasi perusahaan tersebut, Meta tidak tinggal diam. Juru bicara WhatsApp, Andy Stone, memberikan pernyataan tegas bahwa setiap klaim yang menyebut pesan di aplikasi mereka tidak terenkripsi adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

  • Penulis: Azhar Ilyas
expand_less