Nepal Memanas: Militer Berlakukan Jam Malam Usai Krisis Politik Guncang Negara
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 10 Sep 2025 16:47 WIB
- visibility 253
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Ketegangan memuncak di Nepal setelah unjuk rasa besar-besaran yang berujung pada lengsernya Perdana Menteri KP Sharma Oli. Menyusul eskalasi kekerasan yang terjadi selama dua hari terakhir, militer Nepal kini mengambil alih kendali keamanan, memberlakukan jam malam ketat, dan menegaskan akan menindak tegas segala bentuk kekacauan.
Rekaman dari ibu kota Kathmandu memperlihatkan situasi mengerikan: bangunan terbakar, korban berjatuhan, dan kekacauan meluas. Protes yang awalnya dipicu oleh kebijakan pelarangan media sosial, dengan cepat berkembang menjadi gelombang kemarahan terhadap korupsi, ketimpangan sosial, dan kurangnya transparansi pemerintahan.
Aparat keamanan merespons dengan keras. Sedikitnya 19 pengunjuk rasa dilaporkan tewas akibat tindakan represif kepolisian, yang justru memicu demonstrasi lebih besar. Massa yang menamakan diri mereka Gen Z Nepal menyoroti gaya hidup mewah para elit politik yang kontras dengan kesulitan ekonomi rakyat.
Di tengah kekacauan tersebut, Jenderal Ashok Raj Sigdel, Kepala Staf Angkatan Darat Nepal, tampil di televisi nasional menyampaikan imbauan. Dalam pidato resminya, ia mengajak seluruh pihak untuk menghentikan aksi anarkis dan memilih jalur dialog.
- Penulis: Bobby Suryo




