Prajurit TNI Twas di Lebanon, DPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL
- account_circle anshori
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026 16:30 WIB
- visibility 275
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, secara tegas meminta pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL. Desakan ini muncul setelah satu prajurit TNI gugur akibat serangan yang diduga dilakukan oleh militer Israel pada Minggu (29/3/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di salah satu pos penjagaan pasukan perdamaian PBB di wilayah Lebanon. Selain menewaskan satu personel, serangan itu juga menyebabkan dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini sontak memicu kekhawatiran terkait keselamatan pasukan Indonesia yang tengah menjalankan misi internasional.
Dalam pernyataannya di kompleks parlemen pada Senin (30/3/2026), Dave menilai bahwa kondisi keamanan di lokasi penugasan sudah seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menegaskan bahwa jika situasi di lapangan tidak lagi kondusif, maka opsi penarikan pasukan perlu dipertimbangkan secara serius.
“Jika kondisi di sana tidak bisa dinyatakan aman, maka pemerintah sebaiknya mengevaluasi atau bahkan menarik pasukan kita dari Lebanon,” ujar Dave.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mengkaji kembali tujuan awal pengiriman prajurit TNI ke wilayah konflik tersebut. Menurutnya, keselamatan personel harus menjadi prioritas utama dibandingkan dengan keberlanjutan misi.
- Penulis: anshori




