Breaking News
Trending Tags

Nasib Bisnis Minuman Menantea Jerome Polin: Dari Fenomena Viral Hingga Kabar Gerai yang Mulai Berguguran

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026 13:11 WIB
  • visibility 378
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Dunia kewirausahaan kuliner tanah air kembali dikejutkan dengan kabar kurang sedap yang menerpa salah satu merek teh kekinian yang sempat fenomenal. Bisnis minuman Menantea Jerome Polin yang di awal kemunculannya disambut antusiasme luar biasa, kini dikabarkan tengah menghadapi situasi sulit. Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan bahwa banyak gerai mereka yang mulai berhenti beroperasi, sebuah realita pahit bagi bisnis yang digadang-gadang akan merajai pasar minuman berbasis teh di Indonesia.

Fenomena Menantea tutup di berbagai titik menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen dan pengamat bisnis. Brand yang dibangun oleh influencer pendidikan Jerome Polin bersama sang kakak, Jehian Sijabat, ini sebenarnya memiliki konsep yang sangat kuat dengan memadukan buah-buahan dan teh. Namun, agresivitas ekspansi melalui skema waralaba atau franchise tampaknya menjadi pedang bermata dua bagi kelangsungan bisnis minuman Menantea Jerome Polin di tengah persaingan pasar yang kian jenuh.

Strategi Branding dan Awal Kejayaan Menantea

Jika menilik ke belakang, kemunculan bisnis minuman Menantea Jerome Polin adalah contoh sukses bagaimana kekuatan personal branding seorang kreator konten bisa dikonversi menjadi unit bisnis. Dengan jutaan pengikut setia, Jerome berhasil menciptakan antrean panjang di setiap pembukaan gerai baru. Namun, kabar mengenai Menantea tutup belakangan ini memberikan pelajaran berharga bahwa popularitas di media sosial tidak selalu berbanding lurus dengan ketahanan operasional jangka panjang di sektor riil.

Keberlanjutan sebuah usaha kuliner sangat bergantung pada repeat order dan efisiensi manajemen. Dalam konteks bisnis minuman Menantea Jerome Polin, banyak mitra atau franchisee yang mulai menyuarakan keluhan terkait keuntungan yang tidak sesuai dengan proyeksi awal. Isu mengenai harga bahan baku yang tinggi dan biaya operasional yang tak tertutupi oleh omzet harian diduga menjadi pemicu utama mengapa banyak mitra memutuskan untuk membuat gerai Menantea tutup secara permanen.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less