Anggaran Rp15 Miliar Disiapkan, Pemprov Jabar Sulap Gedung Sate dan Gasibu Jadi Ruang Publik Kelas Dunia
- account_circle Hasanah Team
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026 15:51 WIB
- visibility 391
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gedung sate
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Kawasan ikonik jantung Kota Bandung bersiap bersolek. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai proyek revitalisasi Gedung Sate dan Lapangan Gasibu dengan alokasi anggaran mencapai Rp15 miliar. Langkah ini diambil bukan sekadar mempercantik tampilan visual, tetapi juga memperkuat fungsi kedua kawasan tersebut sebagai ruang publik yang representatif, nyaman, dan ramah bagi wisatawan maupun warga lokal.
Revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam menjaga warisan sejarah sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat modern yang semakin dinamis.
Konsep Revitalisasi: Memadukan Sejarah dan Modernitas
Dalam perencanaan yang diusung, konsep revitalisasi menitikberatkan pada keseimbangan antara pelestarian nilai historis dan peningkatan fasilitas publik. Gedung Sate sebagai ikon arsitektur peninggalan kolonial tetap dipertahankan keasliannya, sementara sentuhan modern difokuskan pada elemen pendukung seperti pencahayaan artistik dan penataan lanskap taman.
Penerapan sistem lighting baru diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih hidup di malam hari, sekaligus menonjolkan detail arsitektur bangunan yang selama ini menjadi daya tarik utama. Dengan demikian, Gedung Sate tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai destinasi visual yang menarik.
Di sisi lain, Lapangan Gasibu akan mendapatkan pembaruan signifikan pada fasilitas publik. Jalur jogging akan diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, sementara area taman akan ditata ulang agar lebih asri dan tertata. Fasilitas sanitasi juga menjadi perhatian utama demi menunjang kenyamanan pengunjung dalam jangka panjang.
Alokasi Anggaran dan Target Pengerjaan
Dengan total anggaran Rp15 miliar, proyek ini dirancang dengan pengawasan ketat agar setiap penggunaan dana memberikan manfaat optimal. Pemerintah memastikan bahwa revitalisasi tidak akan mengubah struktur utama Gedung Sate, melainkan fokus pada peremajaan bagian yang mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia dan lingkungan.
Pengerjaan proyek dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Meski beberapa area akan ditutup sementara, akses publik tetap diupayakan terbuka di sebagian besar kawasan agar fungsi sosial ruang ini tetap berjalan.
Wajah Baru untuk Ruang Publik Kota
Revitalisasi Gedung Sate dan Gasibu diproyeksikan akan menghadirkan wajah baru bagi ruang publik di Kota Bandung. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan, tetapi juga ruang interaksi sosial, olahraga, dan rekreasi yang inklusif bagi berbagai kalangan.
Selain meningkatkan kualitas hidup warga, pembaruan ini juga berpotensi mendorong sektor pariwisata lokal. Dengan tampilan yang lebih tertata dan fasilitas yang lebih lengkap, kawasan ini dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci
Keberhasilan revitalisasi ini tidak hanya bergantung pada proses pembangunan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. Pemerintah mengajak seluruh warga untuk turut merawat kebersihan dan ketertiban kawasan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Dengan perpaduan antara nilai sejarah dan sentuhan modern, Gedung Sate dan Gasibu diharapkan tetap menjadi simbol kebanggaan Jawa Barat ruang publik yang hidup, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
- Penulis: Hasanah Team
- Editor: redaksi hasanah.id




