Breaking News: Trump Resmi Setop Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Sinyal Damai dengan Iran?
- account_circle MFC Team
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026 11:41 WIB
- visibility 154
- comment 0 komentar
- print Cetak

Trump Resmi Setop Operasi Militer AS di Selat Hormuz
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan penghentian operasi militer Amerika Serikat (AS) di kawasan strategis Selat Hormuz. Keputusan besar ini diambil di tengah ketegangan global yang sempat memuncak, di mana Trump mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi perdamaian dengan pihak Teheran, Iran.
Langkah Trump untuk menghentikan operasi militer AS di Selat Hormuz ini menjadi sorotan dunia, mengingat jalur perairan tersebut merupakan urat nadi energi global. Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyatakan bahwa keputusan ini merupakan respon atas permintaan mediator dari Pakistan dan negara-negara sahabat lainnya yang menginginkan stabilitas di Timur Tengah.
Kemajuan Besar Menuju Kesepakatan Final
Dalam pengumumannya, Trump menekankan bahwa penghentian operasi militer AS di Selat Hormuz dilakukan karena “kemajuan besar telah dicapai menuju perjanjian lengkap dan final” dengan perwakilan Iran. Meskipun operasi pengawalan kapal yang dikenal dengan nama “Project Freedom” ini dihentikan, Trump menegaskan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan secara ketat.
“Kami telah sepakat bersama bahwa, sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,” ujar Trump dalam pernyataan resminya pada Rabu (6/5/2026).
Strategi Trump ini tampaknya merupakan perpaduan antara tekanan ekonomi dan diplomasi terbuka. Dengan menghentikan operasi militer AS di Selat Hormuz secara sementara, Washington memberikan ruang bagi diplomasi untuk bekerja tanpa adanya gesekan senjata langsung di lapangan yang berisiko memicu perang terbuka yang lebih besar.
- Penulis: MFC Team



