Fransiskus (Mimika): Perlindungan Sipil Papua Berbasis Riset
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026 19:02 WIB
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berdasarkan Riset Dan Demokrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Fransiskus mewakili Bupati Mimika membuka Workshop Penguatan Riset, Advokasi, dan Pengembangan Jejaring Aktor Lokal dalam perlindungan warga sipil Papua di Hotel Horison Diana Timika pada Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan ini menempatkan perlindungan warga sipil Papua sebagai fokus utama, dengan penekanan pada riset berkualitas untuk menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran.
Fransiskus menegaskan bahwa advokasi yang efektif bersinergi dengan jejaring aktor lokal untuk memperkuat perlindungan warga sipil Papua dan memastikan partisipasi masyarakat luas.
Workshop tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, kelompok perempuan, dan komunitas pemuda.
Dalam sambutannya, Fransiskus menekankan pentingnya riset yang sistematis sebagai landasan perumusan solusi pembangunan yang berkelanjutan.
Ia juga menyatakan bahwa advokasi harus mendorong dialog dan kolaborasi antara berbagai unsur masyarakat, bukan sekadar menyampaikan aspirasi secara tunggal.
Pengembangan jejaring aktor lokal menjadi perhatian utama agar upaya perlindungan dan pembangunan tidak bergantung hanya pada pemerintah daerah.
Sinergi antar-elemen ini dinilai perlu untuk mempercepat alih pengetahuan, berbagi pengalaman, dan pemanfaatan sumber daya secara optimal.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




