Herry: Konsolidasi BUMN Dimulai dari PalmCo Agrinas ID Food
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026 19:43 WIB
- visibility 97
- comment 0 komentar
- print Cetak

BUMN Sakit Menekan Pasar, Pemerintah Diminta Kaji Merger
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pengamat menyarankan agar program konsolidasi BUMN dimulai dari perusahaan yang sudah memiliki kondisi operasional dan keuangan kuat agar proses integrasi tidak malah menambah beban fiskal.
Herry Gunawan, Pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center, menyampaikan pandangan tersebut saat berbicara di Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Herry, langkah awal konsolidasi BUMN harus fokus pada entitas sehat sehingga penggabungan berjalan lebih mudah dan efektivitas dapat tercapai lebih cepat.
Ia mencontohkan sektor perkebunan yang masih terfragmentasi dan menyebut beberapa nama seperti PalmCo, Agrinas, dan ID Food sebagai kandidat yang bisa dipertimbangkan dalam proses konsolidasi BUMN bila kondisinya memenuhi syarat.
Herry juga menekankan bahwa BUMN yang mengalami masalah keuangan, termasuk beberapa perusahaan karya dan farmasi, sebaiknya menuntaskan restrukturisasi terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam skema penggabungan.
Dengan menyelesaikan persoalan neraca terlebih dahulu, menurut Herry, risiko memindahkan beban dari perusahaan bermasalah ke perusahaan sehat dapat diminimalkan dalam proses konsolidasi BUMN.
Ia menambahkan bahwa entitas yang tidak layak diselamatkan perlu dipertimbangkan penutupan untuk mengurangi tekanan fiskal jangka panjang.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




