Breaking News
Trending Tags

Herry: Konsolidasi BUMN Dimulai dari PalmCo Agrinas ID Food

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026 19:43 WIB
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penutupan tersebut, kata Herry, merupakan opsi terakhir ketika perbaikan teknis dan finansial dinilai tidak lagi realistis.

Sejalan dengan itu, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengingatkan adanya risiko besar bila pemilihan perusahaan untuk dilebur, dijual, atau ditutup dilakukan tanpa mempertimbangkan fungsi pelayanan publik.

Josua menegaskan bahwa beberapa BUMN lemah secara finansial namun memegang peran penting pada layanan transportasi, pangan, energi, kesehatan, atau wilayah tertinggal sehingga penilaian kinerja tidak bisa hanya berbasis laba.

Solusi yang diajukan adalah memisahkan kegiatan komersial dari tugas penugasan negara sehingga biaya penugasan dihitung terbuka dan dibayarkan melalui APBN, bukan disamarkan dalam neraca BUMN.

Josua juga memperingatkan bahwa penggabungan tanpa perbaikan struktur akan berisiko menghadirkan entitas yang lebih besar namun tetap sarat masalah utang, manajemen lemah, dan budaya kerja tidak produktif.

Menurutnya, program konsolidasi BUMN harus disertai pembersihan neraca, peningkatan kualitas manajemen, penguatan pengawasan, penyederhanaan rantai anak usaha yang tidak produktif, serta penetapan target kinerja yang jelas dan terukur.

Catatan teknis dari Herry dan Josua menjadi masukan penting bagi pembuat kebijakan agar pendekatan terhadap konsolidasi BUMN dijalankan secara selektif, terukur, dan transparan demi mencegah akumulasi beban fiskal dan menjaga kelangsungan layanan publik.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less