Tedros Ghebreyesus: Gelombang panas Eropa tewaskan 1.300
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 09:50 WIB
- visibility 99
- comment 0 komentar
- print Cetak

WHO: Gelombang Panas Eropa Menewaskan 1.300, Memanas Pasokan Energi Dan Politik!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan dampak serius dari gelombang panas yang melanda Eropa dan menyebabkan lonjakan korban jiwa serta tekanan pada layanan publik.
WHO melaporkan lebih dari 1.300 kematian tercatat di Eropa sejak 21 Juni sebagai akibat langsung dari kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Sekitar 150 juta orang kini hidup dalam kondisi panas ekstrem, menurut WHO, dan gelombang panas telah memaksa penutupan sekolah serta memberi tekanan besar pada jaringan listrik di beberapa negara.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut stres panas sebagai “pembunuh senyap” karena gejala dan dampaknya kerap tidak langsung terlihat pada statistik awal.
Banyak bangunan publik dan tempat kerja di Eropa tidak dirancang untuk suhu ekstrem, sehingga kerentanan populasi terhadap panas meningkat secara signifikan.
WHO menegaskan bahwa benua Eropa mengalami laju pemanasan sekitar dua kali lipat dari rata-rata global, sehingga kejadian gelombang panas menjadi lebih sering terjadi hampir setiap tahun.
Peningkatan frekuensi ini dikaitkan dengan perubahan iklim jangka panjang, dan WHO mengimbau agar fenomena tersebut diperlakukan sebagai krisis kesehatan masyarakat yang memerlukan respons sistemik.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




