Breaking News
Trending Tags

Impor migas picu defisit neraca perdagangan Mei US$1,61 miliar

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 23:36 WIB
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Neraca perdagangan Indonesia berbalik defisit pada Mei 2026 setelah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut, dengan tekanan utama datang dari sektor migas.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan defisit neraca perdagangan barang perdana sebesar 1,61 miliar Dolar AS atau setara Rp28 triliun pada Mei 2026.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, neraca perdagangan pada bulan tersebut menunjukkan nilai ekspor sebesar 23,20 miliar Dolar AS dan impor mencapai 24,81 miliar Dolar AS.

Ateng menjelaskan defisit pada Mei 2026 terutama disebabkan oleh defisit komoditas migas sebesar minus 3,76 miliar Dolar AS.

Penjelasan Ateng menyoroti bahwa penyumbang defisit migas adalah hasil minyak dan minyak mentah.

“Impor migas, harganya lagi bisa naik kan. Minyak bumi, saya pikir disitu yang membuatnya naik,” ujar Purbaya, narasumber.

“Tapi kalo yang lain, yang non-oil and gas gimana? Saya belum lihat datanya,” tambah Purbaya, menekankan perlunya pengamatan terhadap komponen nonmigas.

Sisi positif perdagangan datang dari nonmigas yang masih mencatat surplus sebesar 2,50 miliar Dolar AS; ekspor unggulan antara lain bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less