Boris Pistorius: Jerman kaji tarik kapal dari Selat Hormuz
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 12:24 WIB
- visibility 76
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jerman Tarik Kapalnya Dari Pembersihan Ranjau Hormuz, Memanas Perdagangan Minyak!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan pemerintah sedang menimbang kemungkinan penarikan kapal dari Laut Merah karena ketidakpastian misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz.
Pistorius menyampaikan bahwa mempertahankan dua kapal tanpa kepastian tugas selama musim panas tidak masuk akal, sehingga opsi penarikan kapal menjadi pembahasan serius.
Keputusan itu dipengaruhi oleh gagalnya kerja sama multinasional setelah Iran menolak tawaran Prancis, yang menempatkan rencana pembersihan ranjau dalam situasi rumit di kancah internasional.
Jerman sebelumnya mengerahkan kapal penyapu ranjau Fulda dan kapal pasokan Mosel dari Mediterania timur menuju Laut Merah sebagai persiapan operasi tersebut.
Pistorius juga menekankan aspek keselamatan dan kesejahteraan awak sebagai faktor kunci dalam evaluasi penempatan aset Angkatan Laut.
Tekanan lingkungan menjadi sorotan karena suhu di Djibouti sempat mendekati 50 derajat Celsius, sementara Berlin dapat mencapai sekitar 40 derajat Celsius pada gelombang panas tertentu.
Perbedaan kondisi iklim ini menurut Pistorius menambah beban operasional dan risiko kesehatan bagi personel yang ditempatkan di wilayah itu.
Tanpa dukungan atau kesepahaman politik dari negara terkait, operasi pembersihan ranjau diperkirakan akan menghadapi hambatan operasional dan politik yang signifikan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




