BNI membawa tiga UMKM binaan ke Puspa Nuswantara 2026
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 16:20 WIB
- visibility 86
- comment 0 komentar
- print Cetak

BNI Boyong Tiga UMKM Binaan Tampil Dan Perluas Pasar 2026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – BNI menghadirkan tiga UMKM binaan pada Puspa Nuswantara 2026 untuk memperluas akses pasar produk tradisi termasuk batik dan kriya.
Puspa Nuswantara 2026 mengusung tema “Rupa Makna Tambal Nusantara” dengan tagline “Asli Batiknya, Asli Harganya, dan Asli Perajinnya”.
Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat promosi dan pemasaran serta memfasilitasi pertemuan langsung antara pengrajin dan konsumen terhadap produk batik dan kriya.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan partisipasi itu juga membuka ruang kolaborasi agar produk unggulan UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
BNI menampilkan tiga mitra yaitu Kampoeng Laweyan, Rumah BUMN Wonogiri, dan Batik Kalimasada dari Purwantoro, Wonogiri.
Kampoeng Laweyan dipilih sebagai perwakilan inovasi eco-batik yang menggunakan malam berbahan dasar minyak sawit sebagai pengganti lilin kimia konvensional.
Inovasi ramah lingkungan Kampoeng Laweyan mendapat dukungan CECT Universitas Trisakti dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sehingga proses produksi menjadi lebih aman dan bersih.
Batik Kalimasada dari Purwantoro dikenal dengan motif “remukan” berupa retakan malam berkelir kuning kecokelatan atau sogan.
Selain batik, stan BNI juga memamerkan Borneo Queen dari Palangkaraya yang menghadirkan kriya perhiasan berbasis batu khas Kalimantan dan pelat kuningan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




