Breaking News
Trending Tags

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dinilai diplomasi PBNU tak berpengaruh bagi Nahdliyyin

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026 23:36 WIB
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Forum bertajuk “NU di Tengah Badai Dunia Baru: Menggugat Arah Diplomasi PBNU & Jebakan Normalisasi Israel” menjadi arena evaluasi arah dan efektivitas diplomasi PBNU.

Diskusi yang menghasilkan rekomendasi strategis itu menghadirkan pengamat dan akademisi, antara lain Prof. Greg Fealy dari The Australian National University, Prof. Dr. KH. Hanief Saha Ghafur, serta Dr. Robi Sugara, Ketua Program Studi Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam pemaparannya, Greg Fealy mempertanyakan sejauh mana inisiatif seperti Religion Twenty (R20) dan Humanitarian Islam memberi manfaat nyata bagi warga Nahdliyin di tingkat akar rumput, sehingga diplomasi PBNU perlu diukur kembali efektivitasnya.

Fealy menilai sejumlah langkah diplomatik yang digagas kepengurusan saat ini belum menautkan program internasional dengan penguatan basis sosial-keagamaan NU.

Ia juga menyampaikan kritik terhadap keterlibatan Holland Taylor dalam struktur PBNU, menganggap penunjukan tersebut problematis karena kurangnya pemahaman mendasar tentang Islam.

Dr. Robi Sugara menegaskan pentingnya menjaga independensi organisasi masyarakat sipil dari dominasi kepentingan negara.

Robi mengingatkan bahwa ketergantungan pendanaan pemerintah berpotensi membatasi kebebasan organisasi dalam menyuarakan sikap terhadap isu global.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less