BMKG Diharapkan Integrasikan Peringatan Dini Gempa dengan Teknologi Seluler di NTT, Kata Musa Rajekshah
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026 20:31 WIB
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

BMKG Diharapkan Perkuat Peringatan Dini Gempa Digital di NTT
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem peringatan dini gempa. Tujuan utamanya adalah memastikan masyarakat menerima informasi tentang bencana dengan cepat dan efektif.
Hingga 18 Agustus, tercatat 2.119 gempa susulan dengan magnitudo antara 1,3 hingga 6,2 di wilayah tersebut. Musa Rajekshah, anggota Komisi V DPR, menegaskan pentingnya integrasi sistem peringatan yang dikelola oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan perangkat telepon seluler masyarakat.
“Alat BMKG sudah ada, tetapi tanpa sinyal yang langsung menjangkau masyarakat, keberadaannya tidak ada gunanya. Di era digital ini, apakah provider mampu terhubung dengan BMKG?” ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ijeck, sapaan akrab politikus tersebut, juga memberikan perbandingan dengan sistem peringatan di Jepang. “Di Jepang, saat terjadi gempa, handphone langsung memberikan peringatan berisi informasi mengenai lokasi dan kekuatan gempa. Kita belum sampai ke titik itu, padahal alatnya sudah tersedia,” tambahnya.
Menurut Musa, perlu dilakukan kajian mendalam mengenai integrasi BMKG dengan penyedia layanan telekomunikasi. Ini penting agar informasi tentang lokasi dan kekuatan gempa dapat segera disebarluaskan kepada masyarakat yang terkena dampak.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




