S&P 500 Turun 0,28% Karena Tekanan Saham Teknologi
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026 10:52 WIB
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sektor Teknologi Hambat Pergerakan Indeks Wall Street: Analisis Dampak dan Proyeksi 2023
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Sentimen pasar pada penutupan perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, menunjukkan bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif dipicu oleh tekanan dari saham teknologi dan isu geopolitik.
Pergerakan bursa saham Amerika Serikat pada hari itu merefleksikan kepedulian investor terhadap kombinasi risiko politik dan data ekonomi yang akan datang.
Tekanan di sektor chip dan teknologi menjadi fokus utama karena laporan laba Nvidia yang dinanti serta risiko kebijakan, sehingga bursa saham Amerika Serikat menutup sesi dengan hasil campuran.
Indeks S&P 500 tercatat turun 0,28 persen atau 21,51 poin menjadi 7.652,86.
Nasdaq Composite melemah 0,76 persen atau 200,26 poin ke level 25.980,19.
Sementara Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,26 persen atau 140,15 poin menjadi 53.417,16.
Saham Nvidia tergelincir 2,9 persen pada penutupan, memberi tekanan pada kelompok semikonduktor.
Micron Technology anjlok 5,8 persen, sedangkan Broadcom turun 2,6 persen.
Penurunan tersebut turut menyeret indeks Philadelphia Semiconductor dan sektor Information Technology di S&P 500.
Di sisi lain, saham keuangan menunjukkan kinerja positif yang membantu menopang Dow Jones.
JPMorgan Chase naik 1,4 persen dan Visa melonjak 3 persen sepanjang hari perdagangan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




