S&P 500 Turun 0,28% Karena Tekanan Saham Teknologi
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026 10:52 WIB
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sektor Teknologi Hambat Pergerakan Indeks Wall Street: Analisis Dampak dan Proyeksi 2023
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peningkatan penolakan politik terhadap pembangunan pusat data AI juga membebani sentimen, di mana Gubernur Texas Greg Abbott memberikan peringatan kepada perusahaan pusat data.
Investor memantau langkah pemerintahan Donald Trump yang merencanakan perluasan sanksi terhadap pihak yang berbisnis dengan Iran meski sanksi itu belum berlaku.
Imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun tetap berada di atas 5 persen, menambah dinamika pasar obligasi dan ekuitas.
Pasar menunggu laporan keuangan Nvidia yang dipandang sebagai barometer investasi di kecerdasan buatan dan evaluasi valuasi saham teknologi.
Data Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk bulan berikutnya dijadwalkan keluar pada Rabu dan menjadi indikator inflasi yang diawasi The Fed.
Pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat juga menjadi sorotan pelaku pasar.
Sektor otomotif menerima tekanan setelah ancaman Presiden Trump untuk menaikkan tarif impor mobil, truk, dan suku cadang dari Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari.
Pengumuman itu membuat saham Ford turun 3,3 persen, General Motors melemah 1,1 persen, dan JB Hunt Transport merosot sekitar 5,7 persen.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




