PLN menyerap listrik PSEL Bekasi 1.500 ton/hari mulai 2028
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026 00:58 WIB
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

PSEL Bekasi 2028: PLN Utilizes Waste to Generate Electricity for a Sustainable Future
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Proyek PSEL Bekasi di Ciketing Udik, Bantar Gebang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2028 dan dirancang untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan secara terpadu.
Investasi untuk pembangunan PSEL Bekasi mencapai Rp3 triliun yang ditanamkan oleh Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).
PSEL Bekasi akan memiliki kapasitas pengolahan sampai 1.500 ton sampah per hari yang dikonversi menjadi energi listrik untuk jaringan regional.
Peresmian fasilitas ini disertai penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero).
PPA tersebut memastikan offtake dan menetapkan harga pembelian listrik sebesar 0,20 Dolar AS per kWh untuk seluruh kapasitas.
Teknologi utama yang dipilih adalah moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) berlapis.
Desain teknologi mengacu pada standar emisi European Union Industrial Emissions Directive (EU IED) dan disesuaikan dengan karakteristik sampah di Indonesia.
Selain insinerasi, proyek ini memadukan teknologi pirolisis untuk mengolah timbunan sampah eksisting menjadi bahan bakar minyak berenergi terbarukan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




