Apel Siaga Karhutla, KPH Bandung Selatan Ajak Masyarakat Menjaga hutan
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jajaran Perum Perhutani KPH Bandung Selatan Gelar Apel Siaga Karhutla
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Belajar dari pengalaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di 2015 dan 2019, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meyakini solusi permanen pencegahan karhutla bisa disusun. Hal ini juga menjadi representasi dari perintah Presiden RI Joko Widodo pada Rakortas Karhutla tanggal 23 Juni 2020 lalu.
Menyikapi hal tersebut, Perum Perhutani selaku badan usaha pengelola hutan sangat apresiasi dan proaktif terhadap pemerintah baik pusat dan daerah dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karhutla diperkirakan bisa terjadi saat puncak musim kemarau antara Juli hingga Oktober 2020.
Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bandung Selatan, Tedy Sumarto mengatakan, setelah keluarnya surat dari kementerian LHK, sekda kabupaten Bandung dan Perum Perhutani Divre Jabar terkait karhutla, pihaknya langsung melakukan kegiatan apel siaga kebakaran, tujuannya adalah bagaimana mempersiapkan Sumber Daya Manusia dan peralatan yang dimiliki dalam menangani karhutla.
“Setelah turunnya surat, jajaran kami telah menginvetarisir dan menyiapkan kekuatan Sumber Daya Manusia serta kelengkapan dan peralatan yang kami miliki guna menangani kebakaran hutan, inventarisir baik dari sisi mapping wilayah, kebutuhan peralatan dan perlengkapan sudah kami persiapkan, kalaupun ada kekurangan kami sudah ajukan mudah-mudahan minggu ini bisa terpenuhi semua, ” Ujar Teddy saat dihubungi melalui seluler, Jumat 03/07/2020.
Disinggung bagaimana sosialisasi dan strategi dilapangan, khususnya bagaimana mengajak masyarakat berperan aktif dalam menangani dan peduli terhadap ancaman kebakaran hutan, pihaknya telah melakukan sejumlah agenda dan langkah-langkah antisipasi.
“Selain patroli, sosialisasi dengan mengajak masyarakat yang berkaitan langsung dengan hutan sudah kami lakukan jauh-jauh hari, pemberian insentivepun kami berikan sebagai upaya menjaga hutan sebagai tempat masyarakat desa hutan melakukan aktivitas yang telah bersinergi dengan kami khususnya bagaimana melindungi hutan tetap terjaga dari ancaman kebakaran,” imbuhnya.
Terkait titik-titik yang berpotensi terjadinya kebakaran, pihaknya sudah melakukan mapping, baik secara data, analisa dan monitoring, karhutla di wilayah Bandung Selatan sering terjadi di wilayah Banjaran dan Ciwidey.
“Mempertimbangkan kejadian tahun sebelumnya, secara lintas sektoral kami sudah lakukan kerjasama dengan pihak TNI dan kepolisian baik Polres, Polsek sekitar kawasan hutan, Pemerintah daerah dan BPDB. Sejumlah kawasan sudah dilakukan penanganan khusus terutama di wilayah gunung Puntang,” jelas Tedy.
Lebih lanjut, Tedy menjelaskan, Asper sebagai Dansatlak yang paling strategis akan langsung memonitor di lapangan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jika ada temuan kebakaran langsung melaporkan kepada kami untuk ditiindaklanjuti khususnya penanganan kebakaran hutan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama yang berdekatan dengan hutan agar terus berpartisipasi aktif menjaga kawasan, jangan sampai membakar hutan, bahkan jika menemukan terjadinya kebakaran yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab, segera melaporkan ke petugas perhutani sekitar kawasan.” Pungkasnya. (Uwo/kus)
- Penulis: Unggung Rispurwo
