Bagaimana Cara Buka Puasa yang Benar Menurut Sunnah Rasul? Begini Jawabannya
- account_circle Hasanah 015
- calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi lampu Ramadan (sumber: Ahmed Aqtai/ pexels)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Waktu berbuka puasa menjadi tanda bahwa seseorang telah menyempurnakan ibadahnya pada hari tersebut, tak ayal hal itu menjadi momen yang dinantikan. Namun sebagian orang tidak menyadari ada tata cara buka puasa yang benar menurut anjuran sunnah Rasul.
Rasulullah SAW mengajarkan umat Muslim untuk menyegerakan berbuka puasa dan berdoa setelah azan Magrib. Setelahnya Rasul juga menganjurkan agar berbuka dengan makanan dan minuman yang ringan.
Dalam artikel kali ini tim redaksi Hasanah.id akan menyajikan informasi seputar tata cara berbuka puasa yang benar menurut sunnah Rasulullah SAW. Apa saja? Simak artikel ini sampai akhir ya!
Baca Juga: Selain Puasa, Inilah 3 Amalan Sunnah di Malam Nisfu Sya’Ban 2025 yang Dianjurkan
Menyegerakan berbuka puasa
Sunnah saat berbuka puasa yang pertama adalah menyegerakannya. Dari Umar bin Khathab radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Jika datang malam dari sini dan telah pergi siang dan terbenam matahari, maka orang yang berpuasa boleh berbuka” (HR. Bukhari, Muslim).
Selanjutnya hadis dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (HR. Ibnu Majah).
Baca Juga: Pj Bupati Sumedang Imbau Teladani Rasulullah
Berbuka dengan ruthab
Kedua yaitu berbuka dengan beberapa butir ruthab atau kurma segar. Ruthab merupakan pilihan pertama yang baik saat berbuka puasa, jika tidak menemukannya Anda bisa mengonsumsi dengan beberapa butir tamr (kurma kering).
Hali ini berdasarkan hadis Anas bin Malik radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) sebelum shalat. Jika beliau tidak punya ruthab, maka dengan tamr (kurma kering), jika beliau tidak punya tamr, maka dengan beebrapa teguk air” (HR. Abu Daud).
Baca Juga: Niat Mandi Sunnah Sebelum Puasa Ramadan
Membaca doa berbuka puasa
Sunnah saat berbuka puasa yang ketiga antara lain membaca doa. Berdoalah dengan bacaan yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW. Adapun doa yang populer di masyarakat Indonesia, yaitu bacaan:
“Allahuma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin”.
Dengan memahami dan mengamalkan cara berbuka puasa yang benar, semoga bisa menjadi ladang pahala dan menambah keberkahan di bulan Ramadan. ***
- Penulis: Hasanah 015
